Inflasi November 2025 Terdorong Kenaikan Harga Pangan dan Energi

Otoritas Statistik Nasional mencatat inflasi bulan November 2025 sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan ini dipicu oleh harga pangan segar, seperti bahan pokok utama rumah tangga.

Pejabat BPS, Ratna Dwi Wulandari, menyebut inflasi November masih dalam batas target Bank Indonesia.

“Komoditas pangan mengalami tekanan akibat cuaca ekstrem,” ujar dalam konferensi pers di Jakarta.

Secara tahunan, inflasi berada di kisaran 2,9 persen.

otoritas moneter menilai kondisi harga masih stabil.

Di sisi lain, Kemenko Perekonomian memperkuat distribusi bahan pokok untuk menekan kenaikan harga.

“Distribusi pangan dipercepat menjelang libur Natal dan Tahun Baru,” terang Menteri Perdagangan.

Sektor transportasi dan energi, harga BBM non-subsidi juga menambah tekanan inflasi umum.

Namun, pengendalian tarif listrik dan BBM bersubsidi membantu menjaga kestabilan harga.

Ekonom dan analis pasar menganggap tren harga pangan bersifat musiman.

“Fokusnya adalah kestabilan sampai kuartal pertama 2026,” kata Ari Wibowo.

Melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, kestabilan ekonomi domestik tetap terjaga.

Pemerintah optimistis inflasi tahunan 2025 bisa ditutup di bawah 3 persen.

Dengan langkah pengawasan distribusi dan operasi pasar, daya beli masyarakat tetap terlindungi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top